Sabtu, 11 Agustus 2018

    Rumah Data BkkbN Desa Jaddung


              Rumah data merupakan tempat yang difungsikan sebagai tempat pusat informasi mengenai data yang berkaitan dengan data kependudukan. Rumah data dibuat dengan tujuan untuk menunjang kebutuhan data kependudukan yang ada di Desa Jaddung. Rumah data yang di buat di Desa Jaddung merupakan langkah awal yang cemerlang guna mendukung berdirinya kampung KB di Desa Jaddung.
                Rumah data ini di buat dengan mengumpulkan data-data terkait kependudukan dan berbagai informasi yang  dimuat dalam pojok kependudukan. Selain itu di dalam rumah data juga terdapat berbagai informasi terkait kesehatan dan program KB desa Jaddung Kecamatan Tragah. Pengumpulan data kependudukan didapatkan dari posyandu dan bidan desa. Data-data yang tersedia berupa data Pasangan Usia Subur, peserta KB, jenis KB, dll yang berkaitan dengan data kependudukan.
    Sasaran dalam program rumah data ini yaitu warga desa Jaddung  dan aparatur pemerintah desa. Terbentuknya rumah data tersebut mempermudah masyarakat Desa Jaddung memperoleh informasi, dan mendownload data yang ada terkait kependudukan dan program  KB serta informasi-informasi lainnya. Informasi di dalam rumah data memuat pojok kependudukan, peta PUS (pasangan usia subur) dan poster-poster mengenai KB serta buku materi mengenai KB.
    Harapan dari kami mengenai rumah data yang telah dibuat oleh ialah dapat bermanfaat kepada seluruh masyarakat serta perangkat desa dalam penyediaan materi dan data-data yang berkaitan dengan kependudukan. Rumah data ini diharapkan juga bisa dikelola dengan baik oleh kader-kader desa yang bisa lebih berperan aktif kepada masyarakat dengan memanfaatkan rumah data sebagai media penyedia informasi sehingga rencana menjadikan Desa Jaddung sebagai kampung KB dapat terealisasi.

    Produk Unggulan - Listrik Buah

    Listrik Buah
    Bahan : 
    1. buah apel
    2. kabel tembaga
    3. paku
    4. led kecil.
    Cara pembuatan :
    1. Paku di hubungkan dengan kabel tembaga dan di sambung seri. 
    2. Dengan kutub positif dari tembaga dan negatif dari paku kemudian di hubungkan ke led kecil.
    Kegunaannya:
    Di dalam buah terdapat sebuah cairan eletrolit, cairan tersebut adalah cairan yang dapat menghantarkan arus listrik, sebagaimana yang telah kita ketahui bahwasanya elektrolit itu berupa asam, basa, dan garam. Dalam buah-buahan ini (contoh: Jeruk, Apel dll) terdapat elektrolit yang berupa asam. Dan untuk merubah ion ion yang terdapat dalam buah menjadi energi listrik, maka harus menggunakan bahan seng dan tembaga sebagai pendukungnya. Dimana sifat dari tembaga ini mengubah ion menjadi proton dan sifat dari seng tersebut digunakan untuk merubah ion untuk menjadi elektron, sehingga ketika tembaga dan seng dihubungkan secara seri maka akan menimbulkan tegangan listrik  yang apabila dihubungkan dengan lampu LED maka akan tampak cahaya dari lampu LED tersebut.

    Tampilan Produk:

    Video Pembuatan Produk :

    Produk Unggulan - Briket

    Briket dari Sekam Padi

    Briket adalah bahan bakar yang dipadatkan dan dibentuk dalam cetakan. Bentuk briket bermacam-macam namun biasanya berbentuk kubus atau silinder. Briket biasanya terbuat dari sampah-sampah atau limbah yang tidak digunakan lagi. Bahan baku yang paling disarankan adalah sampah organik dari sisa pertanian yang sudah tidak digunakan lagi. Salah satu limbah pertanian yang sangat melimpah dan mudah didapatkan adalah sekam padi. Pembuatan briket merupakan salah satu program kerja KKN 8 di Desa Jaddung Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan. Salah satu alasan diadakan program kerja ini karena di Desa Jaddung mempunyai potensi pertanian yaitu bercocok tanam padi sehingga limbah sekam padi yang dihasilkanpun melimpah dan terkadang sekam padi tidak digunakan. Oleh karena itu, dengan adanya pelatihan pembuatan briket ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan nilai guna sekam padi.

    Bahan Baku :
    1. Sekam padi
    2. Kawat jaring   atau wadah yang terbuat dari seng sebagai cerobong
    3. Tepung tapioka
    4. Sabut kelapa
    5. Bensin
    6. Alat penumbuk (kayu)
    7. Ayakan
    8. Air panas

    Cara Pembuatan :
    1. Menyiapkan alat dan bahan
    2. Memasang peralatan untuk pembakaran sekam
    3. Kawat jaring   atau wadah yang terbuat dari seng sebagai cerobong ditutupi dengan sekam padi
    4. Pembakaran sekam padi dengan bahan bakar sabut kelapa yang diberi bensin
    5. Apabila api mulai padam menambahkan kembali sabut kelapa
    6. Setelah pembakaran sekam padi berubah warna menjadi hitam
    7. Sekam padi yang telah mengalami pembakaran dan berwarna hitam kemudian ditumbuk dan diayak agar halus
    8. Setelah itu mencampur serbuk sekam padi dengan tepung tapioka dan ditambahkan air panas sampai berbentuk adonan yang mudah dibentuk
    9. Mencetak atau membentuk adonan briket
    10. Menjemur adonan briket sampai kering
    11. Briket siap untuk digunakan

    Bentuk tampilan produk

    Video Pembuatan Produk :


    Produk Unggulan - KruSi

    KRUSI (Krupuk Nasi)

    Krupuk merupakan makanan khas dari Indonesia yang menjadi salah satu makanan pendamping. Salah satu jenis krupuk di Indonesia yang sudah familiar di kalangan masyarakat adalah krupuk nasi yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Desa Jaddung Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan. Dalam program kerja Kuliah Kerja Nyata Tematik kelompok 8 yaitu tentang pelatihan pembuatan krupuk nasi dengan berbagai varian rasa. Salah satu alasan diadakannya program kerja ini adalah karena di Desa Jaddung merupakan wilayah yang mempunyai potensi pangan padi yang cukup tinggi, jadi dengan diadakannya pelatihan ini dapat menambah nilai jual dengan penambahan rasa dan dikemas secara menarik. Krupuk ini mempunyai tekstur renyah dan gurih dan biasa dikonsumsi sebagai tambahan lauk pauk maupun sebagai cemilan. Dalam proses pembuatan krupuk nasi relatif mudah dan bahan yang  digunakan juga  mudah didapatkan. Ada berbagai macam varian rasa yang digunakan diantaranya rasa Barbeque, Balado dan Ayam Panggang. Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :

    Bahan Baku :
    1. Nasi
    2. Tepung tapioka
    3. Bawang putih
    4. Lada
    5. Garam
    6. Daun bawang

    Cara Pembuatan :
    1. Menyiapkan alat dan bahan
    2. Merendam nasi selama 2 jam.
    3. Menghaluskan nasi
    4. Menghaluskan  bumbu : bawang putih,lada dan garam
    5. Mencampur tepung tapioka, nasi yang suda dihaluskan dan bumbu-bumbu di aduk sampai kalis
    6. Mencetak adonan kedalam plastik
    7. Mengkukus adonan selama 1 jam
    8. Mendinginkan adonan yang sudah matang
    9. Mengiris adonan krupuk
    10. Mengeringkan krupuk
    11. Menggoreng dan mencampur dengan berbagai macam varian rasa
    12. Mengemas krupuk.


    Tampilan Produk :

    Pangsa Pasar : -
    Ekonomi Finansial :
    ·         BBB (Biaya Bahan Baku) :
    -          Nasi                           = Rp 9000.-
    -          Bawang Putih            = Rp 5000,-
    -          Bumbu Rasa              = Rp 4500.-
    -          Daun bawang            = Rp 2500,-
    -          Tepung tapioka         = Rp 6000,-
    -          Stiker                        = Rp 3000,-
    -          Lada                          = Rp 1000,- +
    = Rp 31.000,-
    ·         BTK (Biaya Tenaga Kerja):
    -          Tenaga Kerja Langsung = Rp 3000/jam x 5 jam x 2 orang                        = Rp 30.000,-
    ·         BOP (Biaya Overhead) :
    -          Minyak goreng          = Rp 7500,-
    -          Gas                             = Rp 3000,-
    -          Garam                        = Rp 500,-
    -          Kemasan                    = Rp 900,- +
    = Rp 12.000,- +
    = Rp 73.000.-
    Harga Jual :
    =Total Biaya + keuntungan = Rp 103.000,-
    =Total : Total Produk/produksi
    = Rp  103.000 : 11 = Rp 9.363,- Rp 9.500,-


    Video Pembuatan Produk :




    Rabu, 08 Agustus 2018

    Sosialisasi HIV AIDS dan Pernikahan Dini


    Pada tanggal 2-Agustus-2018, KKN 8 Universitas Trunojoyo Madura yang tengah mengabdi di desa Jaddung, Tragah, Bangkalan mengadakan sosialisasi HIV AIDS dan Pernikahan Dini dengan mendatangkan pemateri yang berkompeten di bidangnya yaitu duta HIV/AIDS Sidoarjo. Sosialisasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang 2 hal tersebut. Selain itu, sosialisasi ini juga di harapkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat desa Jaddung tentang bagaimana mereka mengantisipasi kemungkinan terjangkitnya virus HIV/AIDS, dan beberapa hal yang lain terkait HIV/AIDS.  HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV.
    Selain HIV/AIDS, Pernikahan dini juga dikupas tuntas di kegiatan sosialisasi ini. Dalam hal ini dijelaskan beberapa point penting mengenai pernikahan dini seperti usia ideal menikah, usia produktif, bahaya pernikahan dini, dll. Pernikahan dini menjadi salah satu point penting yang dibahas di sosialisasi ini di karenakan jumlah pernikahan dini di desa Jaddung terbilang cukup banyak mencapai 50%. Tentunya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk mengubah mindset masyarakat desa khususnya para ibu dan para gadis untuk tidak menikah atau menikahkan putrinya di usia yang terlalu dini.
    Adapun sasaran dalam kegiatan sosialisasi ini yaitu warga desa Jaddung, khususnya Ibu PKK dan Pemuda/i. Antusias masyarakat sangat positif ketika berlangsungnya sosialisasi ini karena 2 materi yang dibahas di sosialisasi ini sangat menarik dan sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Jadi, beberapa pertanyaan menyerbu pemateri sehingga membangun diskusi yang sangat aktif.

    Demografi Desa Jaddung


       
           Letak Geografis
            Desa Jaddung terletak di Daerah Kawasan Bangkalan, dengan luas Wilayah 66.40 Hektar yang terdiri dari 3 Dusun yakni dusun barat , dusun tengah dan dusun timur salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan. Dengan batas wilayah sbb : 

    Batas
    Desa/kelurahan
    Kecamatan
            Sebelah utara
    Buddan
    Tanah merah
    Sebelah  selatan
    Banyubesih
    Tragah
            Sebelah timur
    Patemon
    Tanah merah
            Sebelah barat
    Pamorah
    Tragah


    Topografi                                                                
        Desa JADDUNG merupakan desa yang berada di daerah dataran rendah. Sebagian besar wilayah Desa JADDUNG adalah dataran yang rendah, dimana hampir semua desa-desa yang berada di Kecamatan Tragah merupakan dataran yang tinggi dan rata. Di sebelah timur dibatasi oleh Desa Patemon, dan disebelah selatan berbatasan dengan banyubesih, sementara di sebelah barat dibatasi Desa Pamorah dan sebelah Utaranya dibatasi Desa Buddan

    Hidrologi dan Klimatologi
    Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa. Berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran sungai di wilayah desa JADDUNG membentuk pola Daerah Aliran Sungai, yaitu DAS Tercatat beberapa sungai maupun solokan baik skala kecil, sedang, dan besar, terdapat di desa JADDUNG, seperti :
         -  Sungai laok
     -    Sungai Anank sungai Perbatasan

    Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan
         Pada umumnya lahan yang terdapat di Desa Jaddung digunakan secara produktif, hal ini menunjukkan bahwa di Desa Jaddung memiliki Sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan berupa sawah teknis seluas 0 ha,  non teknis 25 Ha, dan yang lainnya berupa pekarangan/pemukiman 10 Ha, lainnya 31,310 ha.

    Struktur Organisasi, Visi dan Misi

    Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Jaddung



    VISI
    Dengan memperhatikan amanat RPJM Desa Jaddung 2017-2023 serta mempertimbangkan aspek potensi dan kondisi, serta permasalahan yang dihadapi, maka Visi pembangunan Pemerintah Desa Jaddung tahun 2017- 2023 adalah:

    “MENCIPTAKAN DESA YANG MANDIRI DENGAN ADANYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT YANG SEJAHTERA DAN RELEGIUS”
    Penjelasan  Visi:
    Masyarakat Desa Jaddung yang lebih sejahtera lahir dan batin adalah masyarakat yang lebih sehat, cerdas dan berkemampuan ekonomi memadai sehingga dapat mengembangkan kehidupan sosial dan spiritualnya dengan baik. Secara kuantitatif keadaan ‘lebih’ ini terwujud dalam angka pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
    Masyarakat Desa Jaddung yang lebih berdaya saing adalah masyarakat yang mampu memanfaatkan keunggulan komparatif secara efektif dan mampu menciptakan keunggulan kompetitif sehingga dapat bersaing secara sehat dengan lingkungan lokal, regional.
    Masyarakat yang lebih berkeadilan yang berlandaskan agama adalah masyarakat yang mampu menyeimbangkan antara keyakinan hidup tanpa meninggalkan nilai-nilai yang tercermin dalam keyakinan beragma.
    Visi ini dijabarkan lebih lanjut ke dalam misi yang menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat Desa Jaddung yang terdiri dari aparatur pemerintah Desa, organisasi sosial kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, lembaga pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan seluruh anggota masyarakat untuk mewujudkan cita-cita masa depan.



    MISI
    1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatkan kualitas birokrasi dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.
    2. Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
    3. Meningkatkan kemandirian ekonomi, pemberdayaan ekonomi rakyat dan penanggulangan kemiskinan.
    4. Memantapkan pengelolaan prasarana dan sarana, sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
    5. Meningkatkan pemberdayaan dan peran perempuan di segala bidang.
    6. Menigkatkan taraf hidup masyarakat dengan penguatan akhlak dan budipekerti.